.: SELAMAT DATANG DI BLOG EKONOMI ISLAM SUBSTANTIF -- Blog dengan konten riset ekonomi dan keuangan syariah terdepan. :.

Senin, 01 Mei 2017

Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) XVI. USM Solo, 12-14 September 2017


Menuju Paradigma Baru Pengembangan Industri Keuangan Syariah Indonesia: Penguatan Peran Pemerintah

Sektor: Perbankan Syariah

Subtema 1: Memperkuat Peran Pemerintah dalam Pengembangan Perbankan Syariah
Topik:
  • Menginisiasi Dan Mengembangkan Islamic Investment Bank Terutama dalam Rangka Pembiayaan Proyek-proyek Pemerintah.
  • Mendorong Keterlibatan Bank Syariah Dalam Pengelolaan Dana Pemerintah Pusat/Daerah dan Dana BUMN/BUMD.
  • Kerangka Insentif Perluasan Pembiayaan Produktif Jangka Panjang untuk Sektor Pemerintah dan Korporasi.
  • Kurikulum Perbankan Syariah dalam Kerangka Pendidikan Nasional. 
Subtema 2: Peranan dan Kontribusi Perbankan Syariah dalam Pembangunan yang Berkelanjutan dan Inklusif
Topik:
  • Implementasi Green Banking dalam Perspektif Perbankan Syariah.
  • Isu, Permasalahan dan Solusi Terkait Microbanking Syariah Termasuk Pola-pola Kemitraan Serta Inovasi Model Bisnis Perbankan Syariah.
  • Pengembangan Bisnis Rintisan (Start-Up Business) Melalui Perbankan Syariah
  • Peran Perbankan Syariah dalam Pengembangan Halal Industry (Halal Tourism, Food, Fashion, Etc.). 
Subtema 3: Peningkatan Efisiensi dan Daya Saing, Serta Inovasi Produk dan Jasa Perbankan Syariah
Topik:
  • Pemanfaatan Teknologi Untuk Peningkatan Efisiensi, Akses dan Kualitas Layanan Perbankan Syariah Termasuk Branchless Banking.
  • Produk dan Layanan Bersama (Cross-Sector Product) Antara Perbankan Syariah dengan Lembaga Keuangan Syariah Lainnya.
  • Kajian Mengenai Permasalahan atau Isu-Isu Fikih yang Belum Terpecahkan Untuk Pengembangan Produk dan Instrumen Manajemen Risiko. 

Selasa, 21 Maret 2017

KFUPM Islamic Banking and Finance Research Conference 2017


In the practical arena of global capital markets, Islamic banking and finance (IBF) instruments, techniques, and principles have become widely integrated enough to now be considered almost mainstream. Business managers in both developed and emerging markets have developed methods for employing financing instruments that comply with IBF structures against payment of interest and which are compatible with the Musharaka mandates that there be true risk and profit-sharing between "creditor"and "borrower". Leasing structures compatible with Ijarah have been widely employed and over three-quarters of a trillion dollars' worth of Islamic-compatible Sukuk bonds have now been issued over half within the past four years. Despite the maturation of Islamic banking and finance into a market with estimated turnover exceeding $2 trillion annually, top academic researchers have been slow to embrace IBF as a topic for empirical and theoretical analysis. This conference aims to overcome this academic inertia and invigorate top-tier IBF research.

Paper Submission

Electronic submissions of unpublished papers can be made beginning March 1, 2017 via the conference submission website: https://www.softconf.com/i/ibfrc2017/.
The deadline for submissions is June 30, 2017, and authors will be notified by August 31, 2017. Papers submitted solely by PhD students should be indicated accordingly. We expect the selection process to be highly selective, since only 12 papers will be chosen. Travel and lodging expenses of the presenting author of each accepted paper will be paid by the conference.

 

Award and PhD Consortium


The conference will award two Best Paper prizes:

A Best Conference Paper Award (US$10,000)
A Best Doctoral Student Paper Award ($5,000).

Senin, 09 Januari 2017

Kontribusi Input Output Atas Efisiensi Kantor Cabang Bank Syariah



Untuk mengetahui berapa banyak variabel input dan output berkontribusi terhadap nilai efisiensi dapat dilakukan dengan cara membandingkan nilai "input output contribution" dengan "potential improvement". Apabila input output contribution bernilai besar, maka hal tsb mengindikasikan positifnya variabel tersebut dalam menyumbang terhadap nilai efisiensi. Sementara itu "potential improvement" yang bernilai besar berarti sebaliknya. Variabel input output tersebut berarti ada kelemahan dan perlu ditingkatkan.


Berikut di bawah ini adalah contoh analisis dari kantor cabang sebuah bank syariah. Warna hijau berarti variabel input/output itu berkontribusi terhadap nilai efisiensi. Kuning berarti variabel input/output itu berkontribusi rendah terhadap pencapaian nilai efisiensi. Sementara itu warna merah mengindikasikan bahwa variabel input/output itu penyumbang inefisiensi. 

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa pada kantor cabang utama sebuah bank syariah, KC Kota A, variabel Input yang berkontribusi besar dalam tingkat efisiensi adalah biaya promosi dan biaya operasional, sedangkan dari variabel output-nya yang berkontribusi besar yaitu kredit komersial dan dana konsumer. 

KC Kota B yang berkontribusi besar dalam tingkat efisiensi adalah variabel biaya operasional dan dana komersial. KC Kota C yang berkontribusi besar dalam tingkat efisiensi adalah variabel biaya SDM, biaya promosi, kredit konsumer, dana komersial, dana konsumer. 

KC Kota D yang berkontribusi besar dalam tingkat efisiensi adalah variabel biaya SDM, biaya promosi, kredit komersial, dana komersial dan dana konsumer. Kemudian KC Kota E yang berkontribusi besar dalam tingkat efisiensi adalah variabel biaya SDM, biaya promosi, kredit konsumer dan dana komersial. Dan demikian seterusnya.

SMART Consulting melalui desk RISK telah banyak meneliti terkait perbankan syariah di Indonesia, dengan multiapproach. Untuk melihat secara detail, Anda dapat berkunjung ke alamat berikut http://risk-institute.blogspot.co.id/