.: SELAMAT DATANG DI BLOG EKONOMI ISLAM SUBSTANTIF -- Blog dengan konten riset ekonomi dan keuangan syariah terdepan. :.

Kamis, 25 Agustus 2016

Metode SFA untuk Pengukuran Tingkat Efisiensi Bank Syariah



SFA atau Stochastic Frontier Approach memiliki fungsi dan metode yang sama seperti DEA. Perbedaannya terletak pada cara menghitung batas efisiensi. Pada SFA batas efisiensi diplot dengan bantuan fungsi matematika dan membutuhkan asumsi yang pasti untuk membuat hubungan antara input dan output. Jika DEA tergolong metode pengukuran efisiensi nonparametrik, maka SFA masuk kategori parametrik.

Data yang digunakan adalah seluruh Bank Umum Syariah mulai periode 2012-2015. Data variabel independen dan dependen didapat dari laporan neraca dan laba rugi masing-masing bank. Sebagai variabel dependen  adalah adalah Total Pendapatan. Sementara itu untuk variabel independen (X) yakni Total Pembiayaan (X1), Dana Pihak Ketiga (X2), Biaya Personalia (X3) dan Biaya administrasi-umum (X4). 

Dalam metode SFA, terbagi 2 pendekatan utama: profit efficiency dan cost efficiency. Penelitian ini menggunakan pendekatan efisiensi profit. Pendekatan profit efficiency secara konsep ekonomi jauh lebih baik dibandingkan dengan pendekatan cost efficiency (Berger dan Mester (2007). Konsep efisiensi keuntungan lebih superior terhadap efisiensi biaya untuk mengevaluasi keseluruhan performance dari sebuah perusahaan dan menyarankan sebuah model efisiensi keuntungan. (Astiyah dan Husman (2005)).

Hasil temuan ditampilkan pada gambar di atas. Pada tahun terakhir (2015), 3 bank syariah tertinggi tingkat efisiensinya adalah: BNI Syariah (1.00), BSM (0.93) dan BRI Syariah (0.92). Hasil ini relatif sesuai dengan hasil pengukuran efisiensi dengan nonparametrik DEA. Sayangnya, metode pengukuran SFA relatif terbatas dari sisi output. Tidak ada rekomendasi berupa potential improvement ataupun bencmarking yang biasa muncul dalam penggunaan DEA.

Untuk memilih teknik analisis mana yang akan dipakai, peneliti harus memerhatikan faktor-faktor yang memengaruhinya, yaitu: (a) Nilai skala yang konstan/ variabel (constant or variable returns to scale), (b) Kekurangan data (data deficiencies) dan (c) Jumlah pengamatan.

Apabila peneliti menggunakan lebih dari satu teknik dalam waktu bersamaan maka tiap teknik yang digunakan untuk mengukur efisiensi terdapat kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika semua teknik muncul dengan temuan yang sama maka pernyataan yang akan dibuat akan lebih dapat diandalkan.

1 komentar: