.: SELAMAT DATANG DI BLOG EKONOMI ISLAM SUBSTANTIF -- Blog dengan konten riset ekonomi dan keuangan syariah terdepan. :.

Senin, 22 Agustus 2016

Ibn Khaldun Text Analytics



Pada zaman kejayaannya, dunia Islam memiliki sederet pakar ekonomi yang telah mencurahkan pemikirannya untuk membangun peradaban Islam. Salah satunya adalah Ibnu Khaldun. Ekonom Muslim dari Tunisia ini bernama lengkap Waliyuddin Abdurrahman bin Muhammad bin Khaldun al-Hadhrami al-Isybili, atau lebih dikenal dengan nama Abdurrahman bin Khaldun al-Hadrami. Beliau lahir di Tunis pada tahun 1332 M (732H), dan wafat di Kairo pada 1406 M (808H).

Ibn Khaldun dikenal sebagai sejarawan, ekonom, dan sosiolog besar dengan begitu banyak karya monumental dan menjadi rujukan para ilmuwan dunia, salah satunya adalah Muqaddimah. Seluruh bangunan teorinya tentang ilmu sosial, kebudayaan, dan sejarah termuat di dalamnya. 

Sejarawan Inggris Arnold J. Toynbee menyebutnya sebagai karya terbesar dalam filsafat sejarah yang pernah dibuat manusia sepanjang masa. Bahkan sejarawan Inggris lainnya mengatakan bahwa Plato maupun Aristoteles belum mencapai jenjang keilmuan setaraf Ibnu Khaldun.

Ibnu Khaldun tercatat sebagai ekonom pertama yang secara sistematis menganalisa fungsi ekonomi, pentingnya teknologi, dan perdagangan ke luar negeri (ekspor), sehingga negara bisa mendapatkan surplus ekonomi. 

Beliau pun merumuskan bahwa pemerintah seharusnya memungut pajak yang rendah dan mendukung terciptanya lapangan kerja baru sebagai peningkatan produksi dan pendapatan, untuk mengatasi resesi ekonomi negara. Sungguh konsepnya masih kontekstual hingga saat ini.

Nah, saat ini SMART mencoba melakukan analisis terkait 50 literatur berkaitan dengan Ibn Khaldun dengan perspektif text mining. Text Mining adalah proses ekstraksi pola (informasi dan pengetahuan yang berguna) dari sejumlah besar sumber data tak terstruktur. Tujuan dari text mining adalah untuk mendapatkan informasi yang berguna dari sekumpulan dokumen.

Hasilnya menunjukkan bahwa pembahasan Ibn Khaldun didominasi oleh tema 'Business and Finance' (ekonomi) sebesar 80%. Tema kedua dan ketiga terbesar adalah terkait 'Law' dan tema 'Politic'. Tema-tema lain yang berhubungan dengan analisis Ibn Khaldun adalah 'Philosophy', 'Physic' dan 'Education'. Memang, Ibn Khaldun terkenal dengan tokoh muslim multitalenta, eklektik. Selain masyhur sebagai seorang ekonom dan sejarawan, ia juga sesungguhnya adalah seorang ulama yang alim.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar