.: SELAMAT DATANG DI BLOG EKONOMI ISLAM SUBSTANTIF -- Blog dengan konten riset ekonomi dan keuangan syariah terdepan. :.

Kamis, 30 Mei 2013

TRAINING EKSKLUSIF METODE ANALYTIC NETWORK PROCESS, 20-21 JUNI 2013 (IPB CONVENTION HOTEL)



ANP merupakan pendekatan baru dalam proses pengambilan keputusan yang memberikan kerangka kerja umum dalam memperlakukan keputusan-keputusan tanpa membuat asumsi-asumsi tentang independensi elemen-elemen pada level yang lebih tinggi dari elemenelemen pada level yang lebih rendah dan tentang independensi elemen-elemen dalam suatu level. Malahan ANP menggunakan jaringan tanpa harus menetapkan level seperti pada hierarki yang digunakan dalam Analytic Hierarchy Process (AHP), yang merupakan titik awal ANP. Konsep utama dalam ANP adalah influence ‘pengaruh’, sementara konsep utama dalam AHP adalah preferrence ‘preferensi’. AHP dengan asumsi-asumsi dependensinya tentang cluster dan elemen merupakan kasus khusus dari ANP.

Beberapa manfaat metode ANP untuk sang penentu keputusan (baca: para manajer dan pucuk-pucuk pimpinan lembaga, industri dan organisasi lain) adalah: menyusun ide menjadi sebuah keputusan berkualitas, merumuskan masalah-masalah manajemen yang muncul kemudian disusun menjadi prioritas-prioritas terhierarkis, dan memastikan solusi yang paling tepat diambil dalam jangka pendek dan panjang sehingga problem relatif cepat terpecahkan.

Materi-materi yang biasa didapat dalam training adalah: Pengenalan Konsep Dasar Analytic Network Process (ANP), Pengenalan Clusters, Nodes, Connexions, Comparison dan Computation, Teknik dan formulasi model dan sub-network dengan Super Decision software, Pembuatan Kerangka ANP, Pembuatan Kuesioner hingga Simulasi penyusunan Model dengan Super Decision Software.

Rabu, 22 Mei 2013

Tampilan DIGITAL LIBRARY SMART

DIGILIB SMART adalah perpustakaan digital (digital library) ekonomi dan keuangan syariah yang merupakan kepanjangan dari DIGITAL LIBRARY Sharia econoMic and finAnce References Tool (SMART). DIGITAL LIBRARY Sharia econoMic and finAnce References Tool (SMART) ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran menyeluruh ihwal ekonomi dan keuangan syariah dengan lebih simpel dan mudah melalui penyediaan database literatur.

DIGITAL LIBRARY SMART sangat cocok digunakan oleh: (1) Industri Perbankan Syariah dan Konvensional terutama Divisi Research and Development, (2). Lembaga Riset dan Konsultan Ekonomi dan Ekonomi Syariah, (3).Institusi Pendidikan setaraf Universitas, Sekolah Tinggi dan lainnya yang memiliki fakultas/program studi/konsentrasi ekonomi maupun ekonomi syariah.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi SMART Consulting, 087770574884.

Rabu, 15 Mei 2013

SMART BOOK: Tanggungjawab Sosial Perbankan Syariah




KATA PENGANTAR.................................................................................       i
DAFTAR ISI..................................................................................................       ii
BAB 1
PENDAHULUAN..........................................................................................       1
BAB 2
TEORI PENGUNGKAPAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL...............       13
A.      Teori Legitimasi...........................................................................       14
B.      Teori Komunikasi........................................................................       19
BAB 3
TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN.....................................       23
A.      Konsep Tanggungjawab Sosial...............................................       24
B.      Tanggungjawab Sosial dalam Pandangan Islam............       26
C.       Islamic Sosial Reporting (ISR)..............................................       39
D.  Pengungkapan Tanggungjawab Sosial Laporan Tahunan Bank Syariah 41
E.      Pengungkapan Tanggungjawab Sosial Dengan Proksi ISR                50

Overview: Tanggung Jawab Sosial Perbankan Syariah



Sejarah perkembangan akuntansi telah berkembang pesat setelah diwarnai adanya revolusi industri. Pada revolusi industri ini merupakan fase perkembangan akuntansi manajemen (Belkaoui, 2000). Pada fase ini pembuat laporan keuangan akan melaporkan informasi keuangannya kepada pemilik modal kaitannya dengan kepentingan manajemen dalam mengelola perusahaan. Karena kepentingan manajemen inilah maka laporan keuangan dibuat sebaik mungkin guna menggambarkan kondisi perusahaan yang terus membaik dengan cara memaksimalkan profit. Profit yang maksimal mengakibatkan manajemen mempunyai award dari pemilik modal. Oleh karena itu segala upaya dilakukan agar profit terus meningkat meskipun tanpa memperhatikan kondisi lingkungan kerja (internal perusahaan) maupun lingkungan sekitar (eksternal perusahaan). Hal inilah yang menjadi pangkal kesalahan menurut pandangan Islam dalam hal pengelolaan perusahaan/berbisnis yang berorientasi finansial semata, karena dampak buruk atas aktivitas perusahaan yang tidak memperhatikan sosial akan dirasakan oleh masyarakat sekitar.
Namun, saat ini orientasi perusahaan sudah mulai memasukkan tujuan lain yaitu bagaimana membangun kesejahteraan sosial di lingkungan perusahaan atau disebut membangun tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility). Secara umum corporate social responsibility (CSR) dapat didefinisikan sebagai tanggung jawab yang dilakukan oleh perusahaan kepada para pemangku kepentingan untuk berlaku etis dan memenuhi seluruh aspek ekonomi, sosial dan lingkungan dengan baik demi pembangunan yang berkelanjutan (Wibisono, 2007). Dengan demikian informasi yang diungkapkan tidak hanya informasi keuangan, tetapi informasi lain yaitu mengenai dampak sosial (externalities) dan lingkungan hidup yang diakibatkan aktivitas perusahaan. Oleh karena itu perusahaan dapat memperoleh legitimasi dengan memperlihatkan tanggung jawab sosial melalui pengungkapan CSR dalam media termasuk dalam laporan tahunan perusahaan (Oliver, 1991; Haniffa dan Coke, 2005). Kiroyan (2006) dalam Sayekti dan Wondabio (2007) menyatakan bahwa dengan menerapkan CSR, diharapkan perusahaan akan memperoleh legitimasi sosial dan memaksimalkan kekuatan keuangannya dalam jangka panjang. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan yang menerapkan CSR mengharapkan akan direspon positif oleh para pelaku pasar.

Minggu, 05 Mei 2013

BUKU: Aplikasi Metode VAR dalam Riset Ekonomi Keuangan Islam


DAFTAR ISI

Daftar Isi       ix
BAGIAN PERTAMA
1.        Pendahuluan
2.        Model Ekonomi VAR/ECM
3.        Langkah-langkah Pengujian VAR
4.        Kelebihan dan Kekurangan VAR
5.        Syarat Penggunaan Model VECM
6.        Uji Stasioneritas
7.        Penentuan Panjang Lag Optimum
8.        Uji Kointegrasi
9.        Tentang Impulse Response Function (IRF)
10.    Forecast Error Variance Decomposition
11.    Kausalitas dalam VAR

Jumat, 03 Mei 2013

Ekonomi Syariah 2.0

Setelah marxisme dan komunisme gagal, kapitalisme yang mendominasi ekonomi dunia juga nampaknya akan gagal. Krisis demi krisis di dunia barat dalam 4 tahun terakhir adalah tanda-tanda kegagalan itu. Namun karena umat ini belum siap menggantikannya maka penggantinya masih kapitalisme juga, kapitalisme jenis baru yang disebut Capitalism 4.0. Lantas kapan ekonomi Islam atau dikenal dengan Ekonomi Syariah akan menggantikannya ? Peluangnya ada di Ekonomi Syariah 2.0 !

Awal dari kapitalisme (Capitalism 1.0) adalah laissez-faire capitalism yang mulai ada sejak awal abad 19 sampai the Great Depression 1930-an. Ekonomi yang diserahkan ke pasar sepenuhnya membawa pada puncak kehancurannya dengan krisis terbesar sepanjang sejarah yang kemudian dikenal dengan the Great Depression.

Pasca krisis tersebut muncul ketidak percayaan terhadap pasar, maka pemerintah dunia mulai mengatur pasar khususnya pasar keuangan – sejak saat itulah dunia memasuki era Capitalism 2.0.

Periode ini berlangsung sampai tahun 1980-an ketika pasar mulai tidak mempercayai bahwa pemerintah-pemerintah dunia bisa mengaturnya. Sejak saat itu pasar didominasi bukan oleh sektor riil tetapi oleh industri keuangan dan modal – inilah Capitalism 3.0. Pasar yang nyaris tidak terkendalikan oleh pemerintahan dunia ini juga akhirnya membawa krisis financial global yang kini sudah berusia 4 tahun. Beberapa negara di Eropa bahkan belum sembuh dari krisis tersebut hingga kini.

Ketika sampai tiga model kapitalisme gagal, sebenarnya kesempatan itu datang kepada kita umat ini untuk memberi solusi. Ketika mereka merobohkan rumah-rumah mereka sendiri, tangan-tangan kaum mukminin ini yang mestinya muncul sebagaimana ayat berikut :