.: SELAMAT DATANG DI BLOG EKONOMI ISLAM SUBSTANTIF -- Blog dengan konten riset ekonomi dan keuangan syariah terdepan. :.

Sabtu, 21 Juli 2012

JOURNAL OF ISLAMIC BUSINESS AND ECONOMICS

JOURNAL OF ISLAMIC BUSINESS AND ECONOMICS, Volume 3 No 1, Juni 2009.

Title: Determinan Inflasi Indonesia: Perbandingan Pendekatan Islam dan Konvensional 

Writer: Aam S. Rusydiana

Abstract: Inflation is a monetary phenomenon which always be a problem for the economist in every country. The determinant factor of increasing price can be analyzed to get the best solution. Islamic and conventional economic have different paradigm about solution that should be done. This study try to analyze the determinant of Indonesian inflation with two approaches model using Vector Auto Regression (VAR) and Vector Error Correction Model (VECM) methods. 

The results of variance decomposition, show that contribution of independent variable in Islamic model is greater than conventional one with 14.8 percent and 7.4 percent, respectively. Other findings show that interest rate gives positive influence and dominant contribution to IHK than other variables both, in Islamic model (13%) and mixed model (39%). Therefore, interest system in the Indonesian economy should be reconsidered to achieve monetary stability.


JEL Classification: C32, E31, E52
Keyword: Determinan Inflasi, Sistem Moneter, VAR/VECM

Kamis, 05 Juli 2012

KKTEI SETY UGM 2012: Call Paper




KKTEI SETY 2012 merupakan kompetisi penulisan ilmiah dalam bidang ekonomi Islam. Kompetisi menulis ilmiah ini bagian dari rangkaian acara Sety 2012 yang diselenggarakan oleh SEF UGM. Tema yang diangkat untuk kompetisi ini adalah “Building Business Through Islamicpreneurship”. Kompetisipenulisan karya ilmiah ini diharapkan mampu memacu semangat mahasiswa untuk berkontribusi dalam perkembangan ekonomi Islam.

Sub Tema

  1. Islamic entrepreneurship dalam menghadapi era globalisasi.
  2. Marketing syariah sebagai jalan pengembangan bisnis.
  3. Profit-loss sharing sebagai basis Islamic entrepreneurship.
  4. Pemberdayaan UKM dengan islamic entrepreneurship.
  5. Islamic entrepreneurship sebagai Social Bussines.
Sasaran Peserta
Seluruh mahasiswa S1 atau D3 di seluruh Indonesia. 

Pelaksanaan

  • 3 September 2012 : Deadline pembayaran, konfirmasi pendaftaran, dan pengumpulan karya tulis KKTEI Sety 2012 melalui email paper.sety2012@gmail.com dengan subject : KKTEI_Asal Universitas_Judul KKTEI.
  • 12 Oktober 2012 : Presentasi karya tulis dilakukan di ruang Audio visual Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada.


Minggu, 01 Juli 2012

Bedah Buku EIS (Ekonomi Islam Substantif) at FES JCC, 2009


Bersama dengan Mahbubi Ali dan Nasher Akbar (moderator tengah), bedah buku dan launching di acara Festival Ekonomi Syariah (FES), Jakarta Convention Center 2009.

SISTEM PENDETEKSIAN DINI KRISIS FINANSIAL PADA SISTEM MONETER GANDA DI INDONESIA

Abstraksi


Krisis finansial berulang kali menerpa berbagai negara di dunia secara bergiliran baik negara berkembang maupun negara maju. Bahkan, pada periode ekonomi modern seperti sekarang, intensitasnya menjadi lebih sering dan akut. Karena itu, sistem deteksi dini krisis menjadi penting adanya dalam rangka menghindari dampak negatif krisis yang lebih parah.

Penelitian ini mencoba meneliti indikator apa saja yang dapat dijadikan acuan dalam meramalkan seberapa besar kemungkinan akan terjadinya krisis di negara yang bersifat dual banking seperti Indonesia dengan menggunakan metode regresi logistik biner.

Hasil penelitian menunjukkan kesimpulan penting yang menarik. Pertama, bank syariah cenderung bermasalah dengan likuiditas (dengan bukti FAR yang signifikan) sedangkan bank konvensional cenderung bermasalah dengan solvabilitas (CAR yang signifkan). Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa bank syariah baru akan krisis jika sektor riil terganggu. Sementara bank konvensional akan senantiasa bergejolak jika ada gangguan krisis finansial. Kedua, terkait variabel M2RES yang signifikan, baik pada model syariah maupun konvensional, maka hal ini bisa saja merupakan akibat dari berlakunya fiat money dan fractional reserve banking system (FRBS). Padahal kedua hal tersebut merupakan penyumbang excess money supply yang cukup besar. Sehingga menjadi hal yang wajar dipahami jika kedua model –baik syariah maupun konvensional- memiliki kondisi serupa. Sebagai konsekuensinya, maka entitas perbankan syariah sesungguhnya tidak benar-benar akan terbebas dari dampak buruk krisis finansial.

Kesimpulan ketiga yang tidak kalah penting adalah berangkat dari fakta bahwa suku bunga (INTR) ternyata bernilai signifikan pada model konvensional namun tidak demikian jika ia ada pada model syariah, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa policy rate seperti BI-rate memang sangat efektif mengontrol dan mempengaruhi instrumen moneter lain berikut juga perilaku bank-bank konvensional. Namun di sisi lain, hal ini juga mengindikasikan bahwa perbankan konvensional memang cukup rentan dengan gejolak moneter maupun krisis finansial. Dengan demikian, menjadi alasan yang rasional bagi otoritas moneter dalam hal ini Bank Indonesia untuk memberikan support lebih terhadap keberlangsungan keuangan dan perbankan syariah di Indonesia dengan tujuan mencapai kondisi moneter yang stabil dan optimal.

Kata Kunci: Early Warning System, Krisis Perbankan, Sistem Moneter Ganda, Regresi Logistik
JEL: