.: SELAMAT DATANG DI BLOG EKONOMI ISLAM SUBSTANTIF -- Blog dengan konten riset ekonomi dan keuangan syariah terdepan. :.

Kamis, 19 Januari 2012

Perbedaan Metode AHP dan ANP


AHP adalah salah satu pendekatan metode riset dengan konsep analisis proses yang terhierarkis. AHP sendiri adalah singkatan dari Analytic Hierarchy Process. Sementara itu ANP baru-baru ini saja mulai banyak digunakan. ANP adalah pengembangan dari metode AHP. Kerangka ANP berbentuk jaringan. (Oleh karenanya ANP merupakan kependekan dari Analytic Network Process). Perbedaan AHP dan ANP berawal dari aksioma ketiga tentang struktur hierarki yang tidak berlaku untuk ANP. Aksioma ini menyatakan bahwa judgements (penilaian), atau prioritas dari elemen-elemen tidak tergantung pada elemenelemen pada level yang lebih rendah. Aksioma ini mengharuskan penerapan struktur yang hierarkis. Tidak berlakunya aksioma ini untuk ANP berimplikasi pada beberapa hal, yang antara lain dapat dibaca pada tabel berikut.

NO
PERBEDAAN
AHP
ANP
1
Kerangka
Hierarki
Jaringan
2
Hubungan
Dependensi
Dependensi dan Feedback
3
Prediksi
Kurang Akurat
Lebih Akurat
4
Komparasi
Preferensi/Kepentingan
Pengaruh


Lebih Subjektif
Lebih Objektif
5
Hasil
Matriks, Eigenvector
Supermatriks


Kurang Stabil
Lebih Stabil
6
Cakupan
Sempit/Terbatas
Luas




Sumber: Ascarya (2007)

Perbedaan pertama terletak pada struktur kerangka model yang berbentuk hierarki pada AHP dan berbentuk jaringan pada ANP. Hal ini membuat ANP dapat diaplikasikan lebih luas dari ANP. Bentuk jaringan ANP juga bisa sangat bervariasi dan lebih dapat mencerminkan permasalahan seperti keadaan yang sesungguhnya.
 
Kedua, dalam struktur hierarki hanya ada dependensi level yang lebih rendah kepada level yang lebih tinggi, sementara dalam struktur jaringan terdapat juga feedback. Dengan feedback alternatif dapat dependen terhadap kriteria, seperti pada hierarki, tetapi dapat pula dependen satu sama lain. Sementara kriteria sendiri dapat dependen pada alternatif dan pada satu sama lain.

Ketiga, feedback memperbaiki prioritas yang dihasilkan dari penilaian, dan membuat prediksi lebih akurat.

Keempat, untuk melakukan komparasi dalam AHP seseorang bertanya mana yang lebih disukai atau lebih penting? Keduanya lebih kurang subyektif dan personal. Sementara itu untuk komparasi dalam ANP seseorang bertanya mana yang lebih berpengaruh? Hal ini membutuhkan observasi faktual dan pengetahuan sehingga menghasilkan jawaban valid yang lebih obyektif.

Kelima, hasil AHP adalah matriks dan eigenvector yang menunjukkan skala prioritas, sedangkan hasil ANP berupa supermatriks skala prioritas yang lebih stabil karena adanya feedback. Kestabilan hasil ANP telah dibuktikan oleh Iwan J. Azis dalam papernya (Azis, 2003), dimana masalah Trans Sumatra Highway dianalisis dengan menggunakan AHP dan ANP. Dari analisa sensitivitas yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa hasil ANP lebih stabil dan robust dari pada hasil AHP.

Keenam, Cakupan AHP terbatas pada struktur yang hierarkis, sedangkan cakupan ANP meluas tak terbatas. AHP dengan asumsi-asumsi dependensinya tentang cluster dan elemen merupakan kasus khusus dari ANP.

Kesimpulannya, baik AHP maupun ANP sama-sama berkonsep dasar "comparison" (baca: perbandingan) dalam penguraian masalah penelitiannya. Namun ada sedikitnya 6 perbedaan seperti yang tercantum di atas. Bagi Anda yang sedang menghadapi tugas akhir akademis (tesis, disertasi) dan kerangka pikirnya adalah berbentuk penguraian masalah dan penyusunan skala prioritas, nampaknya perlu juga dicoba 2 metode ini.


3 komentar: