.: SELAMAT DATANG DI BLOG EKONOMI ISLAM SUBSTANTIF -- Blog dengan konten riset ekonomi dan keuangan syariah terdepan. :.

Kamis, 30 Juni 2011

Free Trip to Sudan - Call for Papers

CALL FOR PAPERS - Enhancing Financial Services for Regional Micro Enterprises - Sudan 



2nd International Conference on Inclusive Islamic Financial Sector Development
ENHANCING FINANCIAL SERVICES FOR Regional MICRO-ENTERPRISES

ORGANIZERS: Sudan Academy for Banking and Financial Sciences –SABFS-(Khartoum) , Sudan, Islamic Research and Training Institute, Islamic Development Bank, Jeddah 
DATES: October 09-11, 2011
VENUE: Sudan Academy for Banking and Financial Sciences, Sudan, 
DEADLINES: Submission of Proposals July,15, 2011, Submission of Papers August 15, 2011, Final Decision on Papers September 15, 2011.

Minggu, 26 Juni 2011

Call for Papers FRPS 2011

Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Bank Indonesia (BI) dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) kembali bertemu untuk menyepakati penyelenggaraan Forum Riset Perbankan Syariah (FRPS) pada tahun 2011. Telah disepakati pada tahun ini bahwa forum bertemunya para cendekia dari akademisi dan praktisi perbankan syariah di Indonesia ini akan diselenggarakan 2 kali. Salah satu kota yang telah ditetapkan sebagai tuan rumah adalah Medan, Sumatera Utara. Seperti yang telah diketahui sebelumnya, FRPS adalah forum ilmiah bagi para akademisi, praktisi dan regulator untuk saling menguatkan peran masing-masing pihak melalui peningkatan kualitas hasil penelitian yang berguna bagi pengembangan perbankan syariah.

Untuk itu, kepada civitas akademika, praktisi, dan masyarakat umum mari menyiapkan hasil penelitiannya untuk diikutsertakan dalam Call for Paper. Paper terbaik akan diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitiannya di Simposium Nasional. Ketentuan penulisan, persyaratan peserta dan kriteria penilaian dapat dilihat pada bagian berikut di bawah ini. Oleh karena itu, pastikan rekan-rekan menjadi orang yang berkontribusi bagi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya.

Selasa, 21 Juni 2011

Mengembangkan Ekonomi Islam Teoritis

Memperbincangkan ekonomi memang selalu saja menjadi hal yang menarik. Apalagi tema ekonomi Islam yang saat ini digembar-gembor menjadi salah satu alternatif sistem ekonomi pengganti mazhab ekonomi kapitalis yang sedang sakit, bahkan sekarat. Sampai pusat Vatikan pun konon menyuruh umatnya untuk mempelajari sistem ekonomi dan keuangan Islam. Lantas banyak muncul tulisan yang berujung tesis: There’s something wrong with capitalism. Kita perlu lebih memakai moral dan etika dalam berekonomi.

Di dalam pembahasan masalah ekonomi –pun juga ekonomi Islam, kita hampir tak akan lepas dari penjelasan bagian berikut: pertama, perilaku ekonomi (economic behavior) sebagai subjek yang vital dalam ekonomi secara keseluruhan. Disana ada manusia sebagai penggerak dan pelaku utama ekonomi. Economic behavior kemudian menjadi entitas yang dapat membuat ekonomi bernilai positif atau negatif. Menjadi positif ketika ia mampu menjaga keberlangsungan alam dan kemaslahatan seluruh makhluk bumi. Namun sebaliknya, menjadi negatif tatkala ketamakan, salah urus, keserakahan dan moral buruk menjadi punggawa yang membawa ke ketidakseimbangan ekosistem. Yang kedua dari pembahasan masalah ekonomi adalah perihal kealaman. Alam menjadi hal setelah perilaku ekonomi yang juga penting. Manusia kemudian Allah perintahkan sebagai khalifah untuk mengurusnya. Sehingga sinergi ini kemudian menciptakan ekuilibria (baca: keseimbangan yang banyak) dalam satu kesatuan semesta.

Berbicara lebih dalam tentang ekonomi Islam, ia dapat dilihat dari dua perspektif. Pertama bahwa ekonomi Islam dapat dieja sebagai ‘sistem nilai’. Di sini sebagian besar pembahasan berhubungan dengan hukum ekonomi. Ia mewujud sebagai “fiqh muamalah maaliyyah” yang sifatnya dinamis dan senantiasa menyesuaikan dengan zaman. Sederhananya: domain ekonomi Islam ditinjau dari pandangan syariat dimana para ulama sebagai pemilik otoritas.


Sabtu, 11 Juni 2011

Arus Kiri-Kanan Ekonomi Syariah

Sejak dikonsepkan oleh Nabi saw 1400 tahun yang lalu, ekonomi Islam terus mengalami perkembangan yang dinamis baik sebagai mazhab ekonomi (Baqir Shadr) maupun ilmu ekonomi (Monzer Kahf), mengiringi realitas sosial dan politik yang mempengaruhinya. Pasca runtuhnya kekhalifahan Islam 1924, komunitas dan entitas ekonomi Islam turut mengalami degradasi juga revivalisasi. Jika sebelumnya istilah ekonomi Islam tak pernah dikenal karena sudah inheren dalam setiap aktivitas ekonomi masyarakat muslim, maka ketika Barat mengambil estafet kepemimpinan politik dan ekonomi, istilahisasi menjadi sesuatu yang tak dapat dihindarkan sebagai salah satu simbolisasi sebuah perlawanan yang tak pernah berhenti.

Di era ekonomi kontemporer, dimana sektor perbankan menjadi sesuatu yang tak terhindarkan (taken for granted), ekonomi Islam pun harus bermain pada arena yang sama, yang pada dasarnya tidak menjadi masalah ketika aturan main (rule of the game) masih bersandarkan kepada keadilan tanpa kedzaliman (2:276), keridhaan tanpa pemaksaan (4:29), amanat tanpa khianat (4:58).

Oleh karena itu, pemaparan empat aksi dan reaksi--penulis menyebutnya arus-- terhadap euphoria Islamisasi ekonomi baik dalam ranah teori maupun aplikatif menggunakan pendekatan penilaian terhadap perbankan syariah yang menjadi trigger dalam kebangkitan ekonomi langit yang sedang dibumikan.

Rabu, 08 Juni 2011

Islamic Microfinance Initiatives to Enhance SMEs in Indonesia: An Overview


Abstract

This paper highlights the policies and institutional setting of SME development in Indonesia, followed by a discussion on the players in Islamic microfinance. Emphasis has been given to the potential role of BMTs (Baitul Mal wa Tamwil or Islamic cooperatives) as a strategic community-based micro lending initiative. The importance of Islamic microfinance initiatives as part of national program for the development of SMEs in Indonesia is also discussed. This paper concludes by identifying the potential linkages between players in Islamic microfinance and highlights some critical points in their activities.
Keywords: Islamic Microfinance, Baitul Mal wa Tamwil

Jumat, 03 Juni 2011

Resensi Buku "Ekonomi Islam Substantif"

Dari tulisan-tulisannya, buku ini bersifat kritis dan progresif, dua karakter yang wajib dimiliki setiap akademisi. Kritis dalam menyikapi setiap fenomena nyata sambil memberikan input konstruktif. Progesif yang berarti sarat akan visi perubahan dan kemajuan atas fenomena yang dikritisi. Terlebih, status mahasiswa/akademisi yang bebas kepentingan (interest) yang kadang menghalangi seseorang berpendapat lebih adil. Membaca buku ini, kita akan melihat bahwa dua karakteristik tersebut menjadi ruh dalam tiap tulisan khas mahasiswa: mengalir bebas tanpa beban.

Menjadi istimewa, buku setebal 134 halaman ini ditulis oleh “mahasiswa-mahasiswa ekonomi Islam”, sebuah status yang masih “langka” di belantara kampus dengan berbagai subjek dan disiplin ilmu. Sehingga, buku ini menjadi ungkapan pemikiran orisinil mahasiswa dalam ranah keilmuan ekonomi Islam.

Secara garis besar, karakteristik artikel-artikel dalam buku ini terbagi menjadi tiga bagian. Pertama, bersifat konseptual ekonomi Islam itu sendiri. Kedua, bersifat kritik terhadap kapitalisme yang sedang sakit dan konsep ekonomi Islam sebagai alternatif solutif. Ketiga, bersifat otokritik terhadap pengembangan ekonomi Islam saat ini disertai masukan membangun.