.: SELAMAT DATANG DI BLOG EKONOMI ISLAM SUBSTANTIF -- Blog dengan konten riset ekonomi dan keuangan syariah terdepan. :.

Sabtu, 26 Februari 2011

Telaah Pemikiran Ekonomi Maqrizi tentang Inflasi


ABSTRACT

Salah satu problem penting yang dihadapi ekonomi dunia hingga kini adalah masalah inflasi. Secara sederhana inflasi berarti naiknya harga barang dari keadaan lazimnya. Ternyata, jauh sebelum pemikiran ekonomi para ahli layaknya Friedman, Fisher, Keynes, dan para ekonom dunia lain tentang inflasi dan perkara moneter lain, dunia Islam telah lebih awal mempunyai tokoh yang concern di bidang ini. Taqiyuddin Abul Abbas Al-Husaini dari Maqarizah, Kairo. Atau lebih dikenal dengan sebutan Al-Maqrizi. Maqrizi mengatakan di beberapa bagian bukunya bahwa inflasi secara umum terbagi dua, yakni Natural Inflation dan Human Error Inflation. Tulisan ini akan mencoba mengkomparasi beberapa pemikirannya –lebih spesial masalah inflasi- dengan pendapat dan konsep positivistik konvensional dalam bidang yang serupa.

Kata Kunci: Inflasi, Moneter, Al-Maqrizi
JEL: B15, B22, E31


Sabtu, 19 Februari 2011

Mekanisme Transmisi Syariah pada Sistem Moneter Ganda di Indonesia

Abstract

The transmission mechanism of monetary policy has been an area of abundant economic research in many countries. The financial system links monetary policy and the real economy. Thus, events or trends that affect the financial system can also change the monetary transmission mechanism. This study tries to analyze shariah transmission mechanism in Indonesian dual monetary system, using Vector Auto Regression (VAR) and Vector Error Correction Model (VECM) methods.
Results show that the relationship between SWBI (SBI Shariah) and shariah financing (LNFINCG) is negative. It means, when SWBI be higher, the quantity of shariah financing would be lower. And so do SBI and inflation (LNIHK). When the total of shariah financing be increase, it will gives positive contribution for reducing inflation rate in Indonesia, because with this system possibility to make equal growth among monetary and real sectors appears. Therefore, it will be strategic action for monetary authority to grow up shariah banking share in Indonesia, for minimizing ‘bad inflation’ in economy. Other recommendation, SWBI as shariah monetary instrument should be reconsidered to achieve positive impact for real sector.

JEL Classification: C32, E31, E42, E52
Keywords: Shariah Transmission Mechanism, Dual Monetary System, VAR/VECM


Sabtu, 12 Februari 2011

Mencandera Industri Perbankan Syariah Indonesia: Tinjauan Kritis Pasca UU 21 Tahun 2008

Abstract

After UU 21 exist, shariah banking industries will predicted find the momentum. Shariah bank will make improvement. The content of rules are possible to push the growth of shariah banking in Indonesia. But in the fact, there are some important thing related to instrument and shariah banking product also that less ideal in this banking industries. In this paper, we try to find and predict deeper about condition of shariah banking in Indonesia after UU 21, we also put lot of critical that will be send them. The result show that after the rules had exist, in short term we can not see the positive effect, significantly. In other case, we find a lot of thing that not come from genuine shariah banking, that in the future will have negative impact in the long term, such as: SBI Shariah instrument, shariah credit card, the domination of non PLS and other thing else.
Keywords: Perbankan Syariah, UU 21 Tahun 2008                                                

Sabtu, 05 Februari 2011

Ekonomi Esok Hari

Sistem kapitalisme global mulai robek-robek jahitannya”, begitu ucap seorang kapitalis tulen, George Soros, dengan objektifnya. Ini menjadikan indikasi yang nyata akan terjadinya pergeseran bandul ekonomi dunia berikut sistem dan perangkatnya. Maka, jalan lain ekonomi mutlak dicari, sebagai kebutuhan yang urgen bagi masyarakat dunia sekarang.

Ekonomi dunia yang dalam nyatanya terus-menerus mencari bentuk paling ideal –sebagai racikan paling manjur- sempat beberapa kali jatuh bangun. Dua konsep terdahulu (Sosialisme dan Kapitalisme) terbukti gagal membawa manusia ke kesejahteraan. Uni Sovyet sebagai representasi Sosialisme telah bosan diperdaya dan membuang jauh-jauh ide ekonominya ke tong sampah. Dengan glasnot dan prestroikanya, terjadilah reformasi ekonomi.

Pun demikian yang kedua. Kapitalisme dengan revisinya menghasilkan Welfare State (Negara Kesejahteraan), tapi tetap saja tidak mampu menjawab tuntas masalah. Hal ini terbentur prinsip distribusi lewat mekanisme harga, berikut tambahan campur tangan negara untuk membayar kebutuhan rakyat yang tidak bekerja melalui asuransi yang preminya dibayar oleh negara. Satu hal yang paling menonjol pada sistem ekonomi made man adalah kesalahpahaman terhadap problem pokok manusia: menghilangkan kecemburuan sosial orang-orang miskin (dampak Kapitalisme) dan munculnya budaya malas dan konsumtif (pada sistem Sosialis).