.: SELAMAT DATANG DI BLOG EKONOMI ISLAM SUBSTANTIF -- Blog dengan konten riset ekonomi dan keuangan syariah terdepan. Informasi lebih lanjut ihwal pencarian literature, contact 087770574884 :.

Kamis, 20 Maret 2014

[BARU] SMART METHODOLOGY TRAINING: AHP, SEM, ANP, DEA (21-24 APRIL 2014)


Training AHP (Analytical Hierarchy Process): Senin, 21 April
Training ANP (Analytical Network Process): Selasa, 22 April
Training DEA (Data Envelopment Analysis): Rabu, 23 April
Training SEM (Structural Equation Modeling): Kamis, 24 April

Rabu, 19 Maret 2014

Maqhasid Syariah Indeks Sebagai Ukuran Kinerja Perbankan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja perbankan nasional serta meranking keenam bank tersebut berdasarkan maqasid syariah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Sakaran, simple addictive weighted method (SAW) dan Maqasid Syariah Indeks (MSI), sebab pengukuran kinerja dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu: menentukan tujuan syariah, menghitung rasio kinerja, menentukan indicator kinerja serta menghitung jumlah akhir kinerja dengan MSI. Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa ukuran kinerja perbankan syariah berdasarkan total MSI lebih unggul daripada perbankan konvensional. Namun, di sisi tertentu seperti profitabilitas serta riset dan pengembangan, perbankan konvensional masih jauh lebih unggul jika dibandingkan perbankan syariah.

Keywords: Pengukuran Kinerja, Perbankan Nasional, Maqhasid Indeks

Rabu, 05 Maret 2014

TRAINING PENGUKURAN KINERJA KANTOR CABANG BANK SYARIAH DENGAN PENDEKATAN MSI-AHP (MAQHASID SYARIAH INDEX-ANALYTIC HIERARCHY PROCESS) & METODE TWO STAGES DEA (DATA ENVELOPMENT ANALYSIS)

SMART CONSULTING, 18-19 MARET 2014

PENDAHULUAN
Bank syariah, sebagai pionir dari industri keuangan syariah di Indonesia, perlu mengetahui posisi pijaknya dimana saat ini berada. Setelah 20 tahun lebih pasca kehadiran sejak 1992, bank syariah perlu mengetahui bagaimana kinerja organisasi berjalan dengan baik. Jika pada fase 10-20 tahun lalu adalah tahap pertumbuhan dan pengembangan, maka pada fase ini bank syariah mulai masuk tahap review, sudah sejauh mana bank syariah efektif memberi manfaat bagi masyarakat.
Pelatihan ini menawarkan dua pendekatan yang berbeda untuk pengukuran kinerja bank syariah, berikut kantor cabangnya. Satu dari sisi maslahah-syariah, yang lain dari sisi tingkat efisiensi yang dimiliki. Yang pertama dengan pendekatan Maqhasid Syariah Index dengan pembobotan value syariah dengan Analytical Hierarchy Process. Sementara yang kedua dengan metode Two Stages DEA (Data Envelopment Analysis) untuk mengukur tingkat efisiensi dan produktivitasnya.
Maqhasid Syariah Index merupakan sebuah pengukuran yang berguna untuk mengukur kinerja perbankan syariah yang dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip maqhasid syariah dengan tujuan agar ada sebuah pengukuran bagi bank syariah yang sesuai dengan tujuannya. Pengukuran kinerja bagi perbankan syariah ini tidak berfokus hanya pada laba dan ukuran keuangan lainnya, akan tetapi dimasukkan nilai-nilai lain dari perbankan yang mencerminkan ukuran manfaat non profit yang sesuai dengan tujuan bank syariah. Pengukuran kinerja dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu: menentukan tujuan syariah, menghitung rasio kinerja, menentukan indicator serta menghitung jumlah akhir kinerja.

Kamis, 27 Februari 2014

Software Metode DEA

Data Envelopment Analysis (DEA) diperkenalkan oleh Charnes, Cooper, dan Rhodes. Metode ini merupakan salah satu alat bantu evaluasi untuk meneliti kinerja dari suatu aktifitas dalam sebuah unit entitas. DEA adalah sebuah teknik pemrograman matematis yang digunakan untuk mengevaluasi efisiensi relative dari suatu kumpulan unit-unit pembuat keputusan (decision making unit/DMU) dalam mengelola sumber daya (input) dengan jenis yang sama sehingga menjadi hasil (output) dengan jenis yang sama pula, dimana hubungan bentuk fungsi dari input ke output diketahui. 

DEA adalah alat evaluasi atas aktivitas proses di suatu sistem atau unit kerja. Evaluasi yang dilakukan adalah evaluasi komparatif atau relative antara satu unit dengan unit yang lain pada satu organisasi. Pengukuran secara relative ini menghasilkan dua atau lebih unit kerja yang memiliki efisiensi 100% yang dijadikan tolok ukur bagi unit kerja lain untuk menentukan langkah-langkah perbaikan. Dari pernyataan-pertanyaan tersebut dapat disimpulkan bahwa metode DEA ini digunakan untuk mengevaluasi kinerja suatu unit yang mana dengan menggunakan analisa ini dapat diketahui unit mana dan faktor apa yang harus ditingkatkan dalam unit tersebut.

Secara prinsip metode DEA ini menganut pendekatan non parametric yang berbasis program linier (Linier Programming). Beberapa software yang dapat digunakan untuk analisis DEA adalah Banxia Frontier Analyst (BFA), Warwick for data envelopment analysis (WDEA), LINDO, MaxDEA, DEAP (DEA Program), DEAFrontier,  PIM-SoftDEA dan lain sebagainya.

Rabu, 12 Februari 2014

TRAINING PENGUKURAN TINGKAT EFISIENSI PERBANKAN DENGAN METODE DEA, 19-20 FEBRUARI


PENDAHULUAN
Data Envelopment Analysis pertama kali diperkenalkan oleh Charnes, Cooper dan Rhodes pada tahun 1978 dan 1979. Semenjak itu pendekatan dengan menggunakan DEA ini banyak digunakan di dalam riset-riset operasional dan ilmu manajemen. Pendekatan DEA ini lebih menekankan kepada pendekatan yang berorientasi kepada tugas dan lebih difokuskan kepada tugas yang penting, yaitu mengevaluasi kinerja dari unit pembuat keputusan/UPK (decision making units). Semenjak tahun 1980an, pendekatan ini banyak digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi dari industri perbankan secara nasional.
DEA merupakan suatu teknik program linier yang digunakan untuk mengevaluasi bagaimana suatu proses pengambilan keputusan dalam suatu unit beroperasi secara relatif dengan unit lain dalam sampel. Selanjutnya proses tersebut akan membentuk suatu garis frontier yang terbentuk dari unit-unit yang efisien yang kemudian dibandingkan dengan unit yang tidak efisien untuk menghasilkan nilai efisiensinya masing-masing.